Jangan Ungkapkan Cintamu !

Seorang kawan curhat sama saya. Katanya ada teman SMA-nya yang mendekati dan menyatakan cinta. Kawan saya galau. Ternyata benih-benih cinta masa SMA itu masih ada, dan setelah pendekatan sekian lama rasanya benih-benih itu akan tumbuh menjadi bunga cinta yang mekar. Padahal kami sedang dalam masa transisi, dari anak sekolahan menjadi anak kuliahan, dari remaja pecicilan menjadi wanita yang anggun. Dia ingin memperbaiki diri, tapi cobaan perasaan itu justru hadir.

Kawan saya yang lain punya cerita berbeda. Menurutnya, ada seorang kakak tingkat yang sering memperhatikannya. Setiap kali berpapasan, si kakak akan tersenyum menawan dan menatapnya cukup lama yang diartikan berbeda oleh kawan saya tadi. Selain itu, postingan mereka di facebook sering mirip. Saya sudah mengingatkan, belum tentu artinya naksir. Tapi temen saya malah ngeyel, soalnya hal ini terlalu sering terjadi. Ah, emang dasar kawan saya aja yang kege’eran.

Eh, gak tau lah. Wallahu a’lam.

Ngomong-ngomong saya baru sadar kalau selama ini sering dijadikan tempat curhat masalah percintaan. Padahal saya pacaran aja gak pernah, mana punya saya pengalaman tentang itu semua. Mungkin karena saya pelupa, hari ini diceritakan besok udah gak ingat kecuali diungkit. Hehe

Dari dua kasus teman saya tadi dan aneka cerita lainnya, saya menyimpulkan ternyata cinta itu sesuatu yang berbahaya. Cinta itu sejenis penyakit yang kalau tidak ditangani dengan benar bisa menyerang organ lain terutama akal sehat dan konsentrasi. Gak percaya ?

Berikut ini akan saya jabarkan pengamatan saya tentang apa yang terjadi pada orang yang sedang kasmaran.

Saat kita naksir, kagum, suka, simpati sama lawan jenis, yang kita lakukan di tahap awal adalah stalking akun medsosnya. Kalau foto profilnya berupa quote hadits dan sejenisnya, pasti komentar kita, “Ya Allah, ternyata dia alim banget.” Kalo dia hobi nge-share artikel dari situs islam, yang ada “Subhanallah, wawasan islamnya luas, pinter banget sih kakak.” Kalau dia nge-share berita politik, tanggapan kita, “Peka banget sih sama keadaan umat, keren !” Semua hal tentang dia jadi sesuatu yang istimewa di mata kita. Padahal, biasa aja tuh.

Kedua, kita bakal sering memikirkannya di mana saja dan kapan saja, bahkan ketika shalat ! Aduh, sedih banget saya. Begitu hebatkah efek cinta itu ?

Sadarkah kau kawan, pesonamu itu sungguhlah kuat. Kau bisa menarik hati lawan jenismu, membuatnya jatuh cinta, dan memikirkanmu setiap hari. Tapi tahukah kau, bahwa hal itu sangat mengganggunya ? Tahukah kau tidurnya tidak nyenyak ? Tahukah kau hatinya tidak tenang ? Tahukah kau shalatnya tidak khusyu ? Itu semua karena kau bermain-main dalam pikirannya.

Cinta memang membahagiakan, tapi di sisi lain meresahkan. Bahkan Allah berfirman dalam QS. Al Isra’ ayat 32 yang artinya,

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya (zina) itu merupakan perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

Jangan sampai perasaan itu tergerak menjadi perbuatan, jangan sampai kesucian cinta rusak dengan flirting dan segala upaya pendekatanmu yang menggalaukan itu.

Lalu apa yang harus dilakukan saat tertarik dengan dia ?

Nih, saya punya tips yang bisa dipraktekkan khusus buat teman-teman yang galau karena naksir orang tapi belum bisa nikah. Anggap aja bagian dari terapi penyembuhan, in syaa Allah manjur.

Pertama, jangan keseringan lihat dia. Tundukkan pandanganmu, kawan. Jika hati adalah rumah, maka mata adalah pintunya. Rasulullah mengingatkan dalam sebuah hadits,

Pandangan mata adalah panah beracun di antara panah-panah iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka akan Aku ganti dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya.” (HR. Hakim)

Dalam hadits lain, beliau bersabda,

“Wahai Ali, jangan kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena yang pertama itu boleh (dimaafkan) sedangkan yang berikutnya tidak.” (HR. Tirmidzi)

Jaga mata di sini dalam arti secara virtual maupun real. Jangan sampai saat berpapasan di jalan nundukin pandangan, tapi begitu nyampe kosan malah buka profil facebook-nya. Itu mah sama aja bohong ! -_-

Oiya, Bapak pernah menasihati adik saya, “Kalo ngeliatin cewek jangan kelamaan, nanti naksir lho !” Hehehe

Kedua, jangan mendekatinya. Pokoknya jangan melakukan pendekatan dalam bentuk apa pun. Gak boleh ! Interaksi antar lawan jenis itu seperlunya aja, kawan. Gak usah lebay. Urusan kelar, percakapan selesai. Begitu pun pas nge-chat di medsos. Aduh, jangan kebanyakan emot ! Apalagi emot wajah. Nanti bisa salah paham. Secukupnya aja. Kalo perlu chat-nya datar cuma huruf aja isinya.

Ketiga, curhat sama Allah. Ingat, Allah itu ada. Katakan padaNya apa yang kau rasakan sebebas-bebasnya. Allah memahamimu lebih dari dirimu sendiri. Bilang sama Allah, jujur aja padaNya. Allah itu dekat. Contohnya gini.

Ya Allah, hambaMu ini naksir dia. Tapi hamba galau. Sekarang baru tingkat satu, kan masih lama boleh nikahnya. Hamba gak kuat ya Allah. Hamba sering banget mikirin dia. Ampuni hamba, shalat hamba jadi gak khusyu. Ya Rabb, hamba takut perasaan ini menjerumuskan hamba, nanti ibadah hamba jadi berantakan. Oleh sebab itu, hamba titipkan perasaan ini padaMu. Berilah ketenangan pada hati dan pikiran hamba. Bantu hamba untuk melupakannya ya Allah, karena belum waktunya hamba memikirkan dia. Jaga dia ya Allah. Beri kemudahan dalam setiap urusannya, mudahkan langkahnya menuju kebaikan, dan jadikan ia termasuk golongan orang-orang yang Kau rahmati. Aamiin.”

Ah, itu yang terbaik untuk anak manusia yang jatuh cinta namun belum sanggup menikah. Perbanyak kegiatan positif, berkumpul sama teman-teman, dan meningkatkan ibadah bisa menjadi solusi. Rasulullah bersabda,

Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sabar ya kawan-kawan. Mencintai dalam diam itu memang tidak mudah. Tapi itu jauh lebih baik dari perbuatan mendekati zina seperti pendekatan, pacaran dan sebagainya. Bahkan sekuat apa pun kita menjaga diri, belum tentu kita bebas dari zina. Rasulullah bersabda,

Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan menyentuh. Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan atau berangan-angan. Lalu, kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Saya nemu puisi bagus terkait mencintai dalam diam.

Karena aku mencintaimu, aku ingin menjagamu

Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu

Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu

Karena cintaku padamu

Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram

Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh

Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah

Karena cinta ini

Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu

Ku tak ingin mempesonamu

Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum

Atau pun menaruh harap padaku.

Maka biarlah…

Aku bersikap tegas padamu

Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu

Biarkan aku bersikap dingin

Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,

Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

Semua itu karena aku mencintaimu

Demi keselamatanmu

Demi kemuliaanmu.

Hwaaaa so sweet T,T

Tetap semangat ya. Cobaan perasaan itu wajar kok. Lagian belum tentu si dia yang bikin galau sekarang adalah jodohmu kan ? Yuk makin aktif berkontribusi buat banyak orang, yuk makin giat belajar, yuk terus meningkatkan kualitas diri. Ingat janji Allah dalam QS. An Nuur ayat 26,

Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)….”

 

Udah, cukup galaunya ! Mari mendewasa dengan indah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s