Tentang Puisi Tausiyah Cinta

Sebagai seorang pecinta puisi yang gak terlalu suka bikin puisi, saya senang membaca kata-kata cantik bermakna dalam. Pikir saya, ya Allah keren banget penulisnya bisa buat kata-kata seindah itu. Beberapa hari lalu, pas nge-scroll galeri hape dan melihat foto-foto lama, saya menemukan skrinsyut-an dari instagram, tepatnya dari akun @saridezra, komikus itu. Beliau menggambar poster film Tausiyah Cinta, terus dikasih teks yang terkenal banget dari film ini.

Terkadang mata ini iri kepada hati, karena kau ada di hatiku namun tak tampak di mataku.

Sebenernya kata-kata ini konteksnya general sih. Menurut saya, itu bisa bermakna kerinduan sama seseorang atau sesuatu, tapi belum bisa ketemu secara langsung. Kan rindu bisa sama ibuk, bapak, adek, nenek, bude, teman, tetangga, dan lain-lain. Gak musti rindu pengen ketemu jodoh kan ? HAHA.

Saya sendiri gak baca bukunya, tapi sempat nonton film-nya. Dan menurut saya sih, di film, garis besarnya tidak bertemakan cinta, namun pencarian arah hidup dari seorang manusia, bahwa pada akhirnya semua kembali pada Allah muaranya.

Karena penasaran, akhirnya saya googling dan nemu versi yang lebih panjang dari puisi ini. Bagi saya, ini tuh agak chessy-geli-gimana-gitu, terutama buat bagian akhir puisinya sih. Maaf deh, kalo saya ga romantis, hehe. Tapi bagus kok, puisinya. (sumber)

Senyumku pun mengembang.
Aku tak dapat berpatah kata ketika sebuah gumam terlontar dari seorang kawan.
Gemuruh hati berdegup kencang, seolah ia terluka dalam.

Mereka ucap, aku tak berperasaan karena mengabaikan kasih seseorang.
Mereka ucap, aku pemilah yang mencari kesempurnaan.
Mereka ucap, kasihku tak bisa di harapkan.

Berdosakah...
Ketika kutolak cinta yang tak bertepi tanggung jawab?
Salahkah...
Jika ku coba untuk taat?
Munafikkah...
Jika ku semai rasa yang tak semestinya?

Sungguh..
Hati ini tertutup oleh Dia yang Maha segala.
Kekasih yang tak pernah hamparkan dusta.
Kekasih yang tak pernah bersitkan luka.
Sanggupkah aku abaikan cinta Sang Penguasa?

Tak mengapa...
Penilaian manusia terhadapku, kuanggap pemanis sandiwara.
Yang takkan kuanggap sebagai kisah sia-sia.

Karena...
Cukuplah rasa cinta dari Tuhanku
Yang hidupkan jiwa sarat makna.
Hadapi dunia penuh ceria, berikanku cerita istimewa.
Berikan ketenangan di tengah kegundahan.
Ajarkanku selalu tentang arti kehidupan.
Kurasa itulah cinta.
Cinta yang tumbuhkan sesak rindu, namun enggan berhenti menunggu.
Cinta yang kadang sulit tuk dimengerti, namun selalu terpatri dalam hati
Sungguh takkan pernah kusesali.
Sejatinya, inilah cinta yang hakiki.

Bagaimana caranya menjelaskan rindu kepada seseorang yang entah siapa dan dimana saat ini.
Untukmu yang jauh disana, 
Terkadang mata ini iri kepada hati, 
Karena kau ada di hatiku namun tak tampak di mataku.

Aku tidak memiliki alasan pasti mengapa sampai saat ini masih ingin menunggumu, 
Meski kau tak pernah meminta untuk ditunggu dan diharapkan.
Hati ini meyakini bahwa kau ada, meski entah di belahan bumi mana.
Yang aku tahu, kelak aku akan menyempurnakan hidupku denganmu, di sini, di sisiku.
Maka, saat hatiku telah mengenal fitrahnya, aku akan berusaha mencintaimu dengan cara yang di cintaiNya.
Sekalipun kita belum pernah bertemu, mungkin saat ini kita tengah melihat langit yang sama,
Tersenyum menatap rembulan yang sama.
Di sanalah, tatapanmu dan tatapanku bertemu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s