Wanita-Wanita Surga

Baru-baru ini, teman saya berpulang. Saya lumayan kaget, karena beliau baru saja lulus kuliah dan mulai bekerja. Yang saya ingat, orangnya baik, senyum terus, gak pernah ngeluh. Setahu saya, beliau belum menikah. Duh, baik banget orangnya. Tipikal anak sayang keluarga gitu.

Ternyata, menurut Allah, usianya cukup segini di dunia.

Saya jadi mengingat kembali deretan wanita-wanita shalihah dalam sejarah. Asiyah, sang permaisuri, ratu kerajaan Mesir, adalah istri dari Fir’aun. Beliau adalah ibu angkat Nabi Musa. Konon, sang ratu berparas cantik dan berbudi baik. Wajar saja kan, jika suaminya begitu mencintainya. Atas kasih sayang Allah, Asiyah beriman pada agama tauhid. Tapi suaminya enggak. Suaminya malah jadi orang yang paling membenci Nabi Musa dan pengikutnya. Akhirnya, Fir’aun tenggelam di Laut Merah. Konon, muminya masih ada sampai sekarang.

Contoh lainnya adalah Maryam binti Imran, ibunya Nabi Isa ‘alaihissalam. Maryam adalah wanita shalihah. Ia dikisahkan selalu beribadah pada Allah di rumahnya. Allah sayang padanya, sehingga Maryam sering diberi makanan dari surga. Maryam wanita suci. Ia adalah perawan yang belum pernah tersentuh oleh lelaki manapun. Allah manakdirkan ia untuk mengandung bayi. Bagaimana mungkin seorang wanita yang belum menikah hamil ? Itulah kehendak Allah. Akhirnya Maryam mengasingkan diri. Ia melahirkan bayinya di bawah pohon kurma. Bayi itu adalah Isa, yang kelak bisa berbicara walau masih dalam buaian, menjawab tudingan menyakitkan orang-orang terhadap ibunya. Bayi itu adalah Isa, yang kelak menjadi Nabi Allah. Maryam, namanya diabadikan sebagai salah satu nama surat dalam Al Quran. Surat yang sering dipake buat ngetes bacaan Quran dari calon santri, hehe.

Terus ada lagi ‘Aisyah, radhiallahu’anha. Beliau adalah istri Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Aisyah wanita yang cerdas, banyak hadits yang bisa dipelajari dari beliau. Beliau patuh pada suami dan orang tuanya. Beliau menjaga kesuciannya, sampai diabadikan sama Allah di surat An Nur. Saya lumayan ngefans sama ‘Aisyah, karena beliau pinter. ‘Aisyah dan Rasulullah ditakdirkan tidak dikaruniai anak.

Nah saya jadi merenungkan lagi nih apa yang selama ini jadi cita-cita gadis di seluruh dunia. Semua gadis rata-rata ingin menikah dan punya anak. Padahal wanita hebat dalam sejarah pun, ditakdirkan Allah belum tentu mendapatkannya. Asiyah, istri Fir’aun, beliau punya suami, tapi zalim. Maryam, sang shalihah, tidak punya suami, tapi dari rahimnya lahir Nabi Isa yang mulia. ‘Aisyah, istri Rasulullah, tidak punya anak hingga Rasulullah meninggal.

Saya jadi mikir. Yang perlu dilakukan muslimah yang belum menikah adalah menjadi shalihah. Baik sama orang tua, rajin menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, dan menjadi hamba Allah yang sebaik-baiknya. Jika kelak Allah menakdirkan kita menikah dan punya anak, itu bonus dari Allah, karena kita sudah berusaha taat.

Akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa jodoh itu sama aja dengan keinginan kita yang lain. Jika sudah cukup umur dan merasa siap nikah, yang namanya jodoh, harus diusahakan. Bisa aja sih tiba-tiba datang sendiri, tapi kan peluang ketemunya bakal lebih besar kalo dicari.

Semangat untuk menjadi shalihah ya, kawan. Kita tidak tahu kapan Allah panggil pulang. Yuk, siapkan bekal untuk perjalanan akhirat semaksimal mungkin. Ingat, Allah sayang sama kita.

♥

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s