Dialog Hati.

Ini tentang seorang perempuan, yang senang berlari. Berlari, dalam arti sebenarnya. Ia pernah bercita-cita menjadi atlet, namun tidak terlalu ditekuninya. Sayang sekali. Padahal ia bisa lebih berusaha. Siapa tahu takdirnya memang jadi atlet ? Hmm, bisa jadi. Tapi ujung-ujungnya dia menjadi mahasiswa biasa. Terlalu biasa. Dengan hidup yang menurutnya kurang berwarna.

Ah, salah sendiri yang sudah memilih.

Ia merasa, tak terlalu mencintai apa yang dijalaninya selama ini. Bahkan, ia tak berfikir bagaimana masa depannya kelak dengan pilihannya sekarang.

Ya ampun, bagaimana itu bisa terjadi ?

Jika mesin waktu itu benar ada, sepertinya ia dengan senang hati kembali ke masa lalu dan mengubah sebagian kecil masa lalunya.

Siapa yang ingin ia salahkan ?

Tidak ada, kawanku. Ia sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang arti konsekuensi.

Apa maksudnya ?

Ya konsekuensi. Akibat dari apa yang sudah kau pilih terhadap hidupmu.

Lalu bagaimana kabarnya sekarang ?

Ia sedang berusaha menyelesaikan apa yang sudah ia mulai.

Sulitkah ?

Hmm, sepertinya tidak terlalu. Itu semua tergantung persepsi dan kata hati. Kalo ia merasa sulit, maka sulit. Kalo ia optimis, kurasa semuanya akan lebih mudah.

Lalu apa yang akan ia lakukan selanjutnya ?

Ia akan menata hati. Ia akan mengatur hidupnya, masa depannya, seperti yang ia inginkan dan yang ia sanggup laksanakan. Ia akan berusaha lebih berbahagia. Optimis, bahwa ia bisa, dan semua akan baik-baik saja. Ia akan berusaha menyelesaikan semua urusan di dirinya yang belum selesai, berdamai dengan diri sendiri. Lebih menerima, lebih tenang, dan bersyukur.  Selanjutnya, ia akan mencoba lebih bermanfaat bagi orang lain.

Aku mendukungnya.

Aku juga.

Doakan kebaikan-kebaikan untuknya.

Akan kulakukan. Kuharap kau juga mendoakannya, kawanku.

Jangan berlari terus.

Maksudmu ?

Hadapilah. Jangan lari dari masalahmu. Kau lari, masalahmu diam. Kau kembali, masalahmu masih ada. Dia tak akan ke mana-mana.

…..

Maka hadapilah. Perjuangkanlah. Kerahkan semua kemampuanmu. Aku yakin kau sanggup.

Aku takut.

Hadapilah. Kau jangan kalah sebelum mencoba. Jika aku saja yakin akan kemampuanmu, bagaimana mungkin kau tak yakin pada dirimu sendiri?

Kau pasti bisa, kawanku. Sudah, jangan menceritakan orang lain terus. Urus dirimu sendiri.

Baiklah.

Bersemangatlah, jemput kebahagianmu.

Tentu saja.

Selamat berjuang, Tuhan bersamamu 🙂

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s