Sang Pemburu Pagi

Ini kisah Sang Pemburu Pagi. Apakah namanya memang begitu? Tentu tidak. Itu adalah gelar yang kuberikan padanya. Bagus kan ? Kali ini aku ingin menceritakan kisahnya padamu. Untuk memudahkan penyebutan, mari kita panggil dia dengan Anak Pagi. Kepanjangan ? Tak apalah. Biar dia senang.

Anak Pagi adalah temanku. Dia tampak rapuh, tapi ternyata kuat sekali. Dia pemberani dan pantang menyerah. Dia akan berjuang untuk meraih apa yang dia mau. Adikku pun mengenalnya. Ketika kutanya bagaimana pendapatnya tentang Anak Pagi, ia bilang, “Orangnya qona’ah.” Aku tertawa.

Kenapa adikku bilang begitu ?

“Dosennya ribet, tapi dia sabar banget. Manut-manut aja disuruh gitu,” jawab adikku.

Aku tertawa lagi.

Bagiku, Anak Pagi adalah contoh orang yang terlalu baik hati. Temannya banyak. Sifat baiknya itu yang membuat banyak orang mau jadi temannya. Dia juga mudah sekali dimintai tolong. Hmm dia baik, ke semua orang. Dia baik, karena memang begitu orangnya.

Anak Pagi, temanku itu, juga sedang dalam proses memperbaiki diri. Kulihat, dia sedang berusaha memperbagus sholat Subuhnya. Dia ingin sholat tepat waktu. Dia tidak ingin kelewatan lagi.

Anak Pagi, bersemangatlah 🙂

Saat kau berjuang untuk menjadi sebaik-baik hamba, percayalah, Allah selalu bersamamu ❤

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s