Hati yang Berbeda

Dia, yang dulu kau cinta sebegitu menggebu-gebunya, apakah sekarang perasaan itu masih sama?

Dia, yang dulu kau jauhi karena bagimu beda, apa sekarang kau masih menjauhinya ?

Rasanya perasaan itu tak lagi sama.

Rasa cintamu, yang bahkan sanggup membuatmu menangis karena rindu, karena ingin bertemu, tak seperti dulu. Mengapa begitu ? Hanya kau yang tau, kawanku. Mungkin karena intensitas pertemuan kalian yang hampir nol. Mungkin karena keputusanmu yang ingin sendiri dulu. Mungkin…. karena ada orang yang baru.

Siapa yang tahu masa depan?

Hanya Allah saja.

Dulu, kau pernah menjauhi temanmu, karena menurutmu dia berubah. Di matamu, dia tak lagi sama. Di pikiranmu, dia bukan temanmu yang dulu. Dan kau tak suka itu. Lalu sekarang, saat kalian kembali bertukar sapa, tersenyum bersama, saling memberi hadiah, adakah inginmu menjauhinya lagi ?

Sebaiknya, lanjutkan saja pertemanan itu.

Kawanku, hati manusia bukanlah sebuah keabadian. Ia bisa berubah seiring bertumbuhnya manusia dan pengalaman yang dialami. Bukan tak mungkin dulu benci sekrang cinta, bukan tak mungkin dulu cinta sekarang benci. Hati manusia, tak bisa selamanya sama.

Jadi, membencilah sewajarnya saja. Mencintailah sewajarnya saja.

Namun harapku, semoga cintamu pada Tuhanmu, terus bertambah setiap detiknya.

Iklan

2 Replies to “Hati yang Berbeda”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s