Curhat Wanita Pekerja :D

Beberapa bulan terakhir, saya mulai ngantor. Pergi pagi-pagi betul, pulangnya udah mau maghrib. Bahkan kalo ada rapat di luar jam kantor, jam setengah sembilan saya baru nyampe rumah. Jujur, saya capek dengan rutinitas itu. Mungkin tepatnya, saya kaget dan masih selalu berusaha menyesuaikan diri setiap harinya.

Kerjaan rumah tangga, jadi agak sedikit berantakan. Saya berharap punya lebih banyak waktu untuk memasak, tapi kebanyakan, rasa lelah sepulang kerja sudah menyergap tubuh saya. Ketika masih kuliah, saya terbiasa mencuci seminggu sekali, tapi jika hal itu saya lakukan sekarang, pakaian yang harus saya cuci akan sangat banyak. Mungkin hanya menyapu dan mencuci piring yang setiap hari rutin saya kerjakan.

Adik saya juga sibuk kuliah setiap hari. Kami hanya punya sedikit waktu untuk berbincang di kala pagi, sebelum saya berangkat ke kantor. Di malam hari, kami sering makan malam berdua, lalu ia akan sibuk untuk mengerjakan tugas kuliahnya. Makanya saya sering mengajaknya hang out di akhir pekan. Justru saat sedang di luar rumah, entah makan di manalah, kami sering ngobrol dari hati ke hati. Tentang apa saja. Perkara debat capres lah, atau soal kuliahnya, atau soal saya yang akan segera berangkat tugas ke daerah tidak lama lagi.

Kadang, karena lelah, saya tidak sengaja memarahi adik saya. Lelah membuat emosi tidak stabil, dan dengan kerjaan rumah yang masih menumpuk, emosi saya naik. Sungguh, saya sering menyesal usai memarahinya. Saya kesal kenapa adik tidak peka, untuk membantu urusan rumah. Saya kesal sama diri sendiri, karena tidak mampu menjalani peran dengan baik, sebagai pekerja kantoran, dan sebagai kakak untuk adik saya.

Apakah saya gak berniat laundri pakaian? Ya, itu saya lakukan beberapa kali. Tapi rasanya sayang uangnya. Solusinya, nyucinya dicicil, sedikit-sedikit. Kalau urusan makan, warteg selalu menjadi sahabat terbaik. Makanan enak, dan harga bersahabat.

Begitulah.

Saya berpikir, tentang wanita-wanita tangguh di luar sana, yang bekerja seperti saya, bahkan yang sudah menikah dan memiliki anak. Sepertinya, menjadi istri, dan ibu, bukan sesuatu yang mudah. Begitu banyak tanggung jawab yang ada di pundak mereka. Saya berpikir, apakah para ibu itu memiliki waktu untuk dirinya sendiri? Karena bagi anaknya, ibu adalah semestanya.

Sekarang saya mengerti bagaimana lelahnya ibu saya sepulang kerja. Saya juga paham kenapa kadang ibu saya marah tanpa alasan. Ibu saya lelah. Itu sebabnya. Kadang, ketidakpahaman hanya dapat diselesaikan dengan kedewasaan.

Untuk wanita pekerja di luar sana, bersemangatlah. Tetap waras bagaimana pun kondisinya. Tetaplah sabar, kalau capek istirahat ya šŸ™‚ Jaga kesehatan.

Wanita mau setangguh apa pun ia, Allah sudah menakdirkan fisiknya tak sekuat pria. Allah juga menciptakan wanita dengan perasaan yang lebih peka. Maka pahamilah ini.

Untuk keluarga yang di dalamnya ada wanita pekerja, berbahagialah. Semoga keluarganya selalu harmonis. Salinglah menyayangi dan mengerti. Meski sulit, cobalah saling menjaga dan meringankan šŸ™‚ Semangat ~

Ingat,

Harta yang paling berharga adalah keluarga ~~

#jangannyanyi

muehehehe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s