Ekspektasi vs Realita Akhi-Akhi

Manusia belajar sesuai pola. Kayak machine learning, yang diterangkan dosen di kelas Data Mining, kita berpikir berdasarkan pengalaman dan proses belajar dari lingkungan. Dosen Psikologi saya juga pernah cerita tentang stereotip, tentang persepsi seseorang terhadap anggota kelompok tertentu. Stereotip ini juga dipelajari dari lingkungan.

Akibatnya, kita kayak punya label gitu loh, terutama terhadap manusia lain. Kita jadi berpikir sesuai anggapan umum yang ada di masyarakat. Nah, bahayanya nih, kita jadi lupa, bahwa manusia itu unik, dan kadang gak selamanya ‘seperti yang kita pikirkan’.

Kemaren, saya sempet sebel, sama orang. Tapi saya tau, dia itu, kayaknya akhi-akhi. Kayaknya sih. Soalnya saya tau dia satu pengajian sama saya. Saya mikir, karena dia itu akhi-akhi harusnya dia bersikap kayak stereotip akhi-akhi, yaitu lebih ngejaga pergaulan sama cewek.

Eh, dia malah PDKT sama beberapa cewek sekaligus dong.

Emvhret!

Saya sebel. Saya kesel.

Saya mengutuk dalam hati. Kata saya, “Eh, Mas, situ ikhwan apa tekwan? Apa malah bakwan?”

Masalahnya bok, cewek-cewek yang dia deketin itu temen-temen saya juga. Mereka curhatnya, ya ke saya juga. PDKT ini terutama dilakukan lewat chat. Gimana ya? Saya kesel karena dia ikhwan tapi boong.

Balik ke stereotip, saya kayaknya kemakan stereotip sendiri soal ikhwan. Saya terlalu berhusnudzon kalo dia baik, sampai saya lupa kalau dia manusia juga. Dan dia cowok, yang menurut teori manusia purba, cowok emang kerjanya berburu.

Tapi jangan berburu cewek juga kali.

Kudunya kan dia tau, cara mencari pasangan hidup sesuai syariat. Jangan langsung berbanyak alias nyabang gitu dong.

Ih, akuh emosi.

*tarik napas*

Oke, oknum ikhwan yang begini emang jarang ya gaes. Maksudnya, palingan cuma satu dua tiga oranglah, yang nakal kayak gini. Semoga aja deh gak nularin ikhwan yang lain. Semoga aja, ikhwan yang udah ngaji, selalu istiqomah menjalani syariat Islam dalam hidupnya.

Buat para ikhwan di luar sana, jangan sok jadi playboy ngemodusin banyak cewek ya. Takutlah pada Allah, ya Akhi. Semua perbuatan ada balasannya.

Buat cewek yang baca ini, jangan mudah kemakan gombalan ikhwan empret kayak gitu. Jadilah wanita yang tegas. Jangan gampang kepedean. Ingat, cowok baik, apalagi ikhwan yang baik, hanya akan romantis dengan pasangan sahnya.

Segitu dulu sesi marah-marah kali ini. Sampai ketemu di postingan selanjutnya 🙂

4 Replies to “Ekspektasi vs Realita Akhi-Akhi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s